Digikidz adalah school of technology untuk anak usia 5-16 tahun
Kurikulum berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics)
Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan Makerspace, di mana anak didorong aktif membuat karya nyata, bukan hanya belajar teori
Kurikulum disusun bertema dan berjenjang, menggunakan beragam perangkat dan aplikasi teknologi secara bergantian sesuai usia dan kemampuan anak.
Program dirancang untuk membentuk anak yang kreatif, mampu berpikir logis, memecahkan masalah, serta percaya diri dalam menciptakan karya berbasis teknologi.
Anak dibekali keterampilan teknologi abad ke-21 sekaligus belajar menjadi kreator yang mampu menciptakan karya digital, bukan sekadar pengguna teknologi.
Pembelajaran melatih logika, kemampuan problem-solving, dan cara berpikir komputasional untuk menghadapi berbagai tantangan secara sistematis.
Anak mengembangkan kreativitas melalui proyek nyata yang dapat dipresentasikan, sehingga rasa percaya diri dan kemampuan berkaryanya terus bertumbuh.
Belajar di Learn Sakamoto bukan hanya mengerjakan soal. Setiap sesi dirancang untuk membantu anak memahami konsep, melatih logika, dan membangun rasa percaya diri secara konsisten.Belajar di Learn Sakamoto bukan hanya mengerjakan soal. Setiap sesi dirancang untuk membantu anak memahami konsep, melatih logika, dan membangun rasa percaya diri secara konsisten.
Anak belajar melalui proyek nyata sehingga setiap materi langsung dipraktikkan, bukan hanya dipelajari secara teori.
Pembelajaran dikemas secara aktif dan menyenangkan agar anak lebih antusias dalam mengeksplorasi teknologi.
Setiap sesi mengajak anak membuat game, animasi, atau program sederhana untuk memperkuat pemahaman secara langsung.
Anak didorong untuk mencoba berbagai ide, bereksperimen, dan menemukan solusi melalui proses belajar yang kreatif.
Setiap proyek dikerjakan dengan pendampingan pengajar sehingga anak dapat menyelesaikan karyanya dengan percaya diri.
Mengulas kembali materi sebelumnya agar anak siap memasuki pembelajaran baru.
Anak diajak menemukan dan memahami konsep melalui pertanyaan, diskusi, dan visualisasi yang menarik.
Guru mendampingi proses berpikir anak, membantu mereka memahami langkah demi langkah penyelesaian soal.
Anak mencoba menyelesaikan soal secara mandiri untuk memperkuat pemahaman dan membangun kepercayaan diri.
Meninjau kembali apa yang telah dipelajari dan menetapkan target kecil untuk pertemuan berikutnya.